Gara-Gara Perjodohan, Sucianti Suaib Saenong Pengusaha Cantik Sultra Pindah ke Jakarta dan Jadi Pengusaha Sukses

AyoJadiPengusaha.com – Sosok Sucianti Suaib Saenong mampu membuktikan bahwa perempuan bisa meraih kesuksesan dalam berkarier. Pengusaha muda yang lahir pada 10 Mei 1984 di Baubau Sulawesi Utara ini bahkan menahkodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada periode 2018-2021. Hal tersebut tak terlepas dari pengalamannya yang telah menjajal kerasnya hidup sejak umur 18 tahun di negeri orang. Hal ini lah membuatnya tidak kenal lelah dalam berjuang di usia muda. Pengalaman hidupnya ini dikupas lebih dalam pada podcast di channel ‘Ayo Jadi Pengusaha’, Agustus 2020.

Dalam podcast yang dipandu oleh Dr. Anggawira, M.M., Wakil Ketua Umum HIPMI dan anggota Komite Investasi BKPM, Suci bercerita bahwa ia lahir di keluarga yang cukup keras dalam mendidik. Berkat buku-buku bacaannya, ia pun tumbuh menjadi sosok gadis yang cerdas dan penuh rasa ingin tahu. Khawatir akan anak gadisnya, kedua orang tuanya pun menjodohkannya. Ia menolak dan bertekad untuk hidup seorang diri di Makassar. Untuk membiayai kuliahnya, Suci pun bekerja menjadi pegawai di salah satu perusahaan operator.

“Saya tetep kekeuh untuk tidak mengikuti kemauan mereka. Saya dijodohkan berkali-kali mulai dari SMA. Karena saya mau mandiri dan tidak ingin dibiayai, saya cari kerja untuk bayar kuliah sendiri. Setelah 2-3 tahun, saya mantap untuk merantau ke Jakarta,” ujar Pengurus DPP Partai Golkar tersebut seperti yang dikutip di youtube channel “Ayo Jadi Pengusaha” (3/09/2020).

Di Jakarta, Suci mencoba bisnis pertamanya pada tahun 2008. Di zaman Blackberry tersebut pada saat semua orang masih sibuk curhat di status Facebook, ia sudah menggunakannya sebagai sarana bisnis. Istilahnya, Suci sudah pandai mengoptimasi media sosial untuk marketing. Hebatnya lagi, bisnis yang ia lakukan saat itu tidak membutuhkan modal satu rupiah pun.

“Bisnis saya sistemnya dropship. Yang saya lakukan hanya datang ke tokonya kemudian saya foto, atau saya pinjam untuk dipakai tapi tidak saya bayar dulu sehingga bisnis bisa berjalan tanpa modal. Ketika sudah ada pembeli, saya hubungi penjualnya dan dia kirim kesini, kemudian saya teruskan ke pembeli,” ujar cucu dari seorang tokoh di Poleang bernama H. Saenong ini.

Dari langkah awal mula usaha hal tersebut beliau menyimpulkan bahwa knowledge, kemauan, dan networking adalah kunci dalam memulai usaha. Siapa pun sesungguhnya tidak perlu memiliki modal yang cukup besar. Wanita yang akrab disapa Uci ini kemudian melanjutkan ceritanya tentang bisnisnya saat ini. Ia sedang menaruh perhatian khusus di dunia peternakan sapi, sebuah bisnis yang telah turun temurun dilakukan oleh keluarga Saenong. Namun sayangnya, pandemi Covid-19 pun melanda Indonesia sehingga beberapa rencana bisnis terpaksa ditangguhkan.

“Manusia bisa berencana, namun balik lagi ke kondisi yang membuat kita harus pause sementara. Walaupun begitu, yang namanya pengusaha tidak bisa stuck dan berdiam di tempat yang sama. Kita harus putar balik untuk cari peluang usaha lain. Saya terinspirasi untuk memulai bisnis kuliner rumahan, kemudian saya mencari orang yang pandai memasak, pandai membuat pastel dengan crunchy, cheese stick, dan makanan rumah lainnya yang dapat dijual online. Alhamdulillah bisa menggaji karyawan dan lumayan untuk pemasukan sebulan,” tutup hijaber cantik ini di channel Ayo Jadi Pengusaha.

Ayo Jadi Pengusaha adalah gerakan yang lahir dari semangat pengabdian masyarakat untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Gerakan yang diprakarsai oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini bertujuan untuk merespon masalah ekonomi di Indonesia dengan menghadirkan platform pelatihan kewirausahaan secara offline dan online demi meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia.

Tonton Videonya disini:

Write a comment